SELAMAT DATANG DI MAHARDUCATION UNTUK MENGKLIK MENU DAN SEBAGAINYA SILAHKAN KLIK "NETDISASTER" YANG ADA DI KANAN BAWAH MONITOR ANDA | MAHARDUCATION Blogger Widgets
Subscribe:
Photobucket

Jumat, 06 Desember 2013

LOGARITMA

LOGARITMA 

Logaritma merupakan fungsi invers dari eksponen. 



 
Dengan a = bilangan pokok ,  yang merupakan invers (cerminan dari f(x) terhadap garis y = b) dari fungsi eksponen  , sehingga mempunyai invers . 


I. Sifat-sifat Logaritma
a. Sifat Perkalian Logaritma
Perkalian logaritma samadengan penjumlahan logaritma dengan basis tetap.
b.Sifat Pembagian Logaritma
Jika hasil logaritma merupakan pembagian,hasilnya dapat diuraikan menjadi operasi pengurangan bilangan logaritma dengan basis tetap.
.
c. Sifat Perpangkatan Logaritma
Hasil operasi berupa bilangan logaritma berpangkat, dapat diuraikan sbb:
d. Sifat Penarikan Akar
Jika ada hasil operasi logaritma yang berbentuk akar, ubahlah terlebih dahulu menjadi bentuk pangkat untuk mempermudah penyelesaianya.

Beberapa Sifat Logaritma yang lain:
 

II. Persamaan Logaritma


III. Pertidaksamaan Logaritma

Selasa, 03 Desember 2013

NUKLIR

Nuklir berasal dari bahasa latin yang merupakan nucleus yang berarti inti. Yang di maksud di sini adalah, dalam reaksi nuklir melibatkan inti atom dimana inti atom tersusun atas neutron dan  proton, tidak seperti reaksi kimia yang hanya melibatkan electron saja.Reaksi nuklir adalah sebuah proses dimana dua nukleus atau partikel nuklir bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang berbeda dari produk awal. 


Reaksi nuklir itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu reaksi fisi dan reaksi fusi. Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih. Contoh reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi dihampir semua inti bintang di alam semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan prinsip reaksi fusi tak terkendali. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma yang sagat berbahaya bagi manusia. Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fusi nuklir adalah Lithium dan Hidrogen (terutama Lithium-6, Deuterium, Tritium). Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi elektromagnetik. Contoh reaksi fisi adalah ledakan senjata nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fisi nuklir adalah Plutonium dan Uranium (terutama Plutonium-239, Uranium-235). 

Plutonium-239 dan Uranium-235 yang digunakan merupakan isotop, yaitu atom yang memiliki jumlah proton sama tetapi jumlah neutronnya berbeda. Maka Plutonium memiliki nomor atom 239. Berbeda dengan yang ditampilkan table periodic unsure, bahwa Plutonioum memiliki nomor atom 242, merupakan nuklida, memiliki jumlah proton dan neurton yang sama dalam satu inti.
Plutonium dan Uranium memiliki nomor atom yang besar, dan unsure ini memancarkan radiasi. Radiasi itu sendiri merupakan pancaran energy dari suatu materi dalam bentuk cahaya/foton (gelombang elektromagnetik atau partikel) dan panas. Adapun radioaktifitas Radioaktivitas adalah peristiwa pemancaran sinar-sinar alpha, beta, gamma yang menyertai proses peluruhan inti. Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, dan dapat menembus materi, radiasi juga mengubah sifat fisika dan kimia dari suatu materi yang dilewati.
Kita mengenal bahwa gelombang elektromagnetik berupa gelombang radio (λ 104 meter dan 105 Hz) sampai sinar gamma (λ 10-13 meter dan 1021 Hz). Namun radiasi memancarkan sinar yang memiliki panjang gelombang 10-13 meter (λ) dan frekuensi 1021Hz, atau kita kenal sebagai sinar gamma. 

Sinar radiasi itu juga dibagi menjadi tiga. Yang pertama  yaitu sinar alfa (α). Sinar alfa merupakan radiasi partikel bermuatan positif (dalam medan listrik dapat dibelokkan ke arah kutub negatif).  Memiliki daya tembus kecil (daya jangkau 2,8 – 8,5 cm dalam udara), dapat mengionsasi molekul yang dilaluinya. Sinar alfa ini dapat menyebabkan satu atau lebih elektron suatu molekul lepas, sehingga molek ul berubah menjadi ion (ion positif dan elektron) per cm bila melewati udara. Radiasi alfa yang berasal dari sumber – sumber di luar tubuh bukan merupakan sebuah bahaya. Namun akan menjadi bahaya jika isotop -isotop pemancar alfa tersebut terendap secara internal (di dalam tubuh) seperti terhirup, tertelan, atau bahkan terserap ke dalam aliran darah. Sehingga tidak ada lagi shielding effect dari lapisan terluar kulit yang mati, dapat menyebabkan radiasi alfa tersebut dihamburkan pada jaringan hidup, sehingga dapat menyebabkan toksin yakni dapat menimbulkan resiko kanker, khususnya setelah diketahui bahwa radiasi alfa dapat menyebabkan kanker paru – paru ketika sumber radiasi alfa tak sengaja terhisap.

Adapun sinar beta (β) yang merupakan radiasi partikel bermuatan negative  yang identik dengan electron (dalam medan listrik dibelokkan ke arah kutub positif). Sinar beta ini bermassa sangat kecil, yaitu 5,5 x 10-4 satuan massa atom atau amu. Memiliki daya tembus yang jauh lebih besar daripada sinar alfa (dapat menembus lempeng timbel setebal 1 mm), daya ionisasinya lebih lemah dari sinar alfa. Penyinaran langsung dari partikel beta merupakan tidakan berbahaya karene emisi dari pemancar beta yang kuat bisa memanaskan atau bahkan membakar kulit.Namun masuknya pemancar beta melalui penghirupan dari udara menjadi perhatian yang serius karena partikel beta langsung dipancarkan ke dalam jaringan hidup sehingga bisa menyebabkan bahaya di tingkat molekuler yang dapat mengganggu fungsi sel. Karena partikel beta begitu kecil dan memiliki muatan yang lebih kecil daripada partikel alfa maka partikel beta secara umum akan menembus masuk ke dalam jaringan, sehingga terjadi kerusakan sel yang lebih parah.

Yang ketiga Sinar gama, merupakan radiasi gelombang elektromagnetik, sejenis dengan sinar X, dengan panjang gelombang pendek,  tidak memiliki massa, memiliki daya tembus sangat kuat (dapat menembus lempeng timbel setebal 20 cm), daya ionisasinya paling lemah, tidak bermuatan listrik, oleh karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik. Radiasi gamma dapat menyebabkan kanker, misalnya kanker kulit dan tulang, Rusaknya jaringan sel tubuh, dan Mutasi genetik sehingga mempengaruhi generasi yang akan lahir, hal ini di sebabkan DNA (protein pembawa sifat) dilalui oleh radiasi yang memliki kemampuan mengubah sifat fisika dan kimia dari suatu materi yang dilewati. 

Dalam reaksi nuklir, energy yang besar turut terlibat di dalamnya. Energi nuklir berasal dari energi yang diserap atau dilepas ketika terjadi reaksi inti. Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua cara, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Reaksi fisi terjadi jika sebuah inti atom yang lebih berat ditumbuk oleh partikel lain (misalnya neutron) sehingga terbelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Proses ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat. Terjadinya perubahan kimiawi pada DNA tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat menyebabkan efek biologis yang merugikan.

Kita sering mendengar istilah “bom nuklir”, Bom nuklir merupakan bom yang memiliki daya ledak yang besar. Ledakannya berasal dari peristiwa-peristiwa pembelahan (fisi) dan penggabungan (fusi) inti-inti atom. Efek yang ditimbulkannya merupakan akibat pelepasan energi yang sangat besar dan dalam waktu yang sangat singkat. Bom nuklir dibagi menjadi 2, yaitu: bom atom dan bom hidrogen. Bom atom adalah bom yang berasal dari pembelahan inti atom yang berlangsung dengan reaksi berantai. Sedangkan bom hidrogen adalah bom yang mendapatkan tenaga dari fusi inti-inti atom hidrogen berat (deutron). Reaksi penggabungan ini memerlukan suhu yang sangat tinggi untuk memulainya. Untuk itu, pada bom hidrogen digunakan bom atom kecil untuk mengawalinya.

Dalam reaksi nuklir, terdapat reactor sebagai tempat untuk terjadinya reaksi nuklir, penyimpanan dan penanganan laangsung terhadap bahan bakar nuklir. Di dalam reactor nuklir itu sendiri tersusun atas 6 komponen dasar, yang meliputi:

1.       Bahan bakar nuklir
2.       Moderator
3.       Reflektor
4.       Pendingin
5.       Batang kendali
6.       Perisai

Bahan bakar nuklir berupa Uranium (U-235) yang di tambang dari alam. Energi 20 gr uranium ekivalen dengan 2,25 ton batubara. Penambangan dan Penggilingan Uranium ditambang melalui teknik terbuka (open cut) maupun teknik terowongan (underground) tergantung pada kedalaman batuan uranium yang diketemukan. Biji uranium hasil penambangan selanjutnya dikirim ke pabrik pengolah bijih yang umumnya berada di dekat tambang.  Di pabrik ini, bijih uranium dihancurkan secara mekanik, dan kemudian uranium dipisahkan dari mineral lainnya melalui proses kimia menggunakan larutan asam sulfat. Hasil akhir dari proses ini berupa konsentrat uranium oksida (U3O8) yang sering disebut kue kuning atau “Yellow Cake”.
Selanjutnya dilakukan konversi untuk pembuatan bahan bakar nuklir adalah proses pemurnian dan konversi Yellow Cake menjadi serbuk uranium dioksida (UO2) berderajat nuklir. UO2 ini kemudian dikonversi lagi ke dalam bentuk gas uranium hexafluoride (UF6)

Setelah dalam bentuk uranium hexafluoride, bahan bakar tersebut mengalami proses pengayaan. Pengayaan
adalah proses meningkatkan kadar U-235 dalam bahan bakar uranium dari 0,7% (kadar U-235 dalam uranium alam) menjadi sekitar 3 – 5% atau lebih. Ada dua metode yang secara komersial digunakan untuk proses pengkayaan uranium, yaitu metode difusi gas dan metode sentrifugasi gas. Kedua metode ini pada dasarnya menggunakan prinsip yang sama, yaitu beda berat antara atom U-238 dan atom U-235.


Fabrikasi Bahan Bakar, diawali dengan proses konversi UF6yang telah diperkaya (keluaran pabrik pengayaan) menjadi serbuk uranium dioksida (UO2) yang kemudian dibentuk menjadi pil-pil (pelet) silinder melalui pengepresan dan diteruskan dengan pemanggangan dalam suasana gas hidrogen pada temperatur tinggi (1700oC) hingga membetuk pelet UO2berderajat keramik yang rapat dan kuat. Pelet-pelet UO2yang memenuhi persyaratan kualitas kemudian dimasukkan ke dalam sebuah selongsong dari bahan paduan zirconium (zircalloy).Setelah kedua ujung selongsong ditutup dan dilas, batang bahan bakar (fuel rod) disusun membentuk suatu perangkat bakar (fuel assembly).Setelah proses fabrikasi, perangkat bakar nuklir di masukkan ke dalam teras reaktor. Susunan perangkat bakar (fuel assembly) inilah yang membentuk struktur inti atau teras reaktor (reactor core). Dalam teras reaktor, U-235 mengalami reaksi fisi dan menghasilkan
panas dalam sebuah proses berkesinambungan yang disebut reaksi fisi berantai. Di dalam teras reaktor, sejumlah U-238 akan menyerap neutron hasil reaksi fisi dan berubah menjadi plutonium (Pu-239).Setengah dari plutonium yang dihasilkan juga mengalami reaksi fisi dan menghasilkan sepertiga dari energi total reaktor. Untuk mempertahankan kinerja reaktor, sekitar sepertiga dari bahan bakar yang digunakan di dalam teras harus diganti dengan bahan bakar baru setiap satu tahun atau setiap 18 bulan.

Dari penjelasan di atas tentunya kita lebih mengenal tentang nuklir. Nuklir itu sendiri di Indonesia dimanfaatkan untuk PLTN dengan reactor air tekanan (RAT). Pada PLTN jenis RAT, energy kalor yang begitu besar dari reaksi fisi (eksoterm) akan digunakan untuk memanaskan air, dan menghasilkan uap bertekanan tinggi yang digunakan untuk memutar turbin. Selanjutnya uap akan didinginkan kembali oleh air laut yang di pompa ke system condenser. Setelah uap didinginkan dan  menjadi air, maka air tersebut akan dipompa ke reactor untuk di panaskan kembali. Proses tersebut terus berlangsung secara berulang-ulang.


Sayangnya peradigma yang beredar di masyarakat tentang nuklir cenderung negative. Nuklir dipandang sebagai  momok yang mengerikan. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi karena nuklir itu sendiri sangat bermanfaat, jika ditangani dengan benar. Paradigma ini harus segera di ubah, karena rasa takut masyarakat terhadap nuklir menghambat laju pembangunan PLTN. PLTN di tolak oleh masyarakat karena takut lingkungan mereka tercemar dan mengkibatkan kerugian yang cukup besar. 

Apabila lingkungan anda cukup dekat dari daerah  pengembangan nuklir, anda bisa melakukan pencegahan dari paparan radiasi dengan mengenakan masker untuk menutup mulut dan hidung, yakni berupa kain, handuk atau saputangan basah, guna mencegah terhirupnya substansi radioaktif. Kulit juga sebaiknya diupayakan sesedikit mungkin terekspos udara. Sekembalinya dari luar ruangan, sebaiknya mengganti pakaian serta mencuci tangan dan muka. Hindari meminum air sumur dan makanan yang telah ditinggalkan di luar ruangan, dan menjauhi daerah limbah radioaktif.
Limbah gas dapat berasal dari tambang uranium, pabrik pengolahan-pemurnian-konversi uranium, operasi reaktor nuklir, dll. Hal yang patut diperhatikan dalam pembuangan limbah radioaktif gas adalah aktivitas yang dibuang, bukan konsentrasinya.Efek dari jumlah aktivitas yang dibuang tergantung pada lokasi, tinggi cerobong gas, arah, dan kecepatan angin. Berdasarkan standar IAEA, limbah radioaktif gas diklasifikasikan menjadi :
·         Kategori 1 :  efluen gas yang mengandung radionuklida dengan konsentrasi ≤ 10-10 Ci/m3. Gas ini biasanya tidak perlu diolah, langsung dibuang menuju cerobong.\
·         Kategori 2 : efluen gas dengan konsentrasi lebih dari 10-10 Ci/m3 dan ≤ 10-6Ci/m3. Gas ini dilewatkan saringan terlebih dahulu kemudian dilepas ke cerobong. 
·         Kategori 3 :  efluen gas dengan konsentrasi lebih tinggi dari 10-6 Ci/m3. Sebelum dibuang melalui cerobong, gas ini perlu diolah dengan teknik khusus (scrubbing, filtrasi, dll.)

Limbah radioaktif padat dipandang dari radiasi yang dipancarkan terbagi menjadi :
·         Limbah radioaktivitas rendah. Limbah jenis ini dipisahkan menjadi:
-        Limbah bebas dari kontaminasi. Contohnya : baju, alat tulis yang berasal dari daerah laboratorium/aktif.
-        Limbah yang terkontaminasi oleh radionuklida pemancar beta/gamma dengan aktivitas rendah dan yang terkontaminasi oleh radionuklida pemancar alfa. Limbah tersebut adalah perlengkapan yang terkena langsung dengan radionuklida tersebut.
·         Limbah radioaktivitas tinggi. Menurut standar IAEA, limbah radiaktif padat dengan aktivitas tinggi diklasifikasikan menjadi :
-  Golongan I: Limbah ini dapat diabaikan, laju dosis radiasi pada permukaan tidak lebih dari 0,2 R/jam. Dapat ditangani dan diangkut tanpa tindakan pengamanan tertentu.
-  Golongan II: Limbah ini dapat diabaikan, laju dosis radiasi pada permukaan lebih besar dari 0,2 R/jam dan kurang dari 2 R/jam. Dapat diangkut dalam wadah sederhana berpenahan radiasi berupa lapisan beton atau timbal.
-  Golongan III: Limbah radioaktif yang dapat diabaikan, laju dosis radiasinya lebih dari 2 R/jam. Dapat diangkut dan ditangani dengan tindakan pengamanan tertentu
-  Golongan IV: Limbah radioaktif padat dengan pemancar alfa yang tidak dapat menimbulkan kekritisan dan pemancar beta dan gamma yang dapat diabaikan. Aktivitasnya dinyatakan dalam Ci/m3.

Menurut standar IAEA, limbah radioaktif cair diklasifikasikan menjadi :
·         Golongan I: Konsentrasi radionuklida sama atau lebih rendah dari 10-6 Ci/m3. Tidak diolah dan langsung dibuang ke lingkungan.
·          Golongan II: Limbah radioaktif dengan konsentrasi radionuklida lebih tinggi dari 10-6Ci/m3 dan sama atau lebih rendah dari 10-3 Ci/m3. Diolah dengan metode biasa (evaporasi, penukar ion, dan secara kimia) dan tidak diperlukan penahan radiasi untuk peralatan.
·         Golongan III: Limbah radioaktif dengan konsentrasi radionuklida lebih tinggi dari 10-3 Ci/m3dan sama atau lebih rendah dari 0,1 Ci/m3. Diolah dengan metode biasa (evaporasi, penukar ion, dan secara kimia) dan diperlukan penahan radiasi untuk peralatan.
·         Golongan IV: Limbah radioaktif dengan konsentrasi radionuklida lebih tinggi dari 0,1 Ci/m3dan sama atau lebih rendah dari 104 Ci/m3. Diolah dengan metode biasa (evaporasi, penukar ion, dan secara kimia) dan diperlukan penahan radiasi untuk peralatan.
·         Golongan V: Limbah cair dengan konsentrasi radionuklida lebih tinggi dari 104 Ci/m3. Sebelum diolah, disimpan, dan diperlukan pendinginan.

Klasifikasi limbah radioaktif berdsarkan tingkat aktifitasnya:
a.      Limbah radioaktif tingkat rendah adalah limbah radioaktif dengan aktivitas di atas tingkat aman (clearance level) tetapi di bawah tingkat sedang, yang tidak memerlukan penahan radiasi selama penanganan dalam keadaan normal dan pengangkutan.
b.      Limbah radioaktif tingkat sedang adalah limbah radioaktif dengan aktivitas di atas tingkat rendah tetapi di bawah tingkat tinggi yang tidak memerlukan pendingin, dan memerlukan penahan radiasi selama penanganan dalam keadaan normal dan pengangkutan.
c.       Limbah radioaktif tingkat tinggi adalah limbah radioaktif dengan tingkat aktivitas di atas tingkat sedang, yang memerlukan pendingin dan penahan radiasi dalam penanganan pada keadaan normal dan pengangkutan, termasuk bahan bakar nuklir bekas.

Secara umum, tahapan dari pengelolaan limbah radioaktif PLTN dimulai dengan melakukan pemilihan/pengklasifikasian limbah radioaktif hasil proses produksi energi nuklir berdasarkan jenisnya untuk kemudian diolah dan dikondisioning di instalasi pengolahan limbah radioaktif.Limbah yang sudah terkondisioning kemudian disimpan di dalam fasilitas penyimpanan sementara.Waktu penyimpanan di fasilitas ini berbeda-beda, bergantung kepada kebijakan di masing-masing negara.Setelah itu, limbah yang telah terkondisioning tersebut kemudian disimpan lestari di dalam repositori yang sesuai.

Selain dimanfaatkan untuk PLTN nuklir juga dimanfaatkan untuk kepentingan medis, pengembangan tanaman, dan penentuan umur fosil.  Dalam pengembangan tanaman digunakan teknik nuklir untuk menciptakan tanaman dengan varietas unggul dan menggunakan rekayasa kimia untuk pemberantasan hama.
Adapun C-14 yang merupakan isotop yang digunakan untuk mengindikasikan umur fosil atau artefak. Teknik ini menggunakan nuklir, khususnya bagi para arkeolog.

Manfaat medis meliputi sterilisasi radiasi, karena lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme, tidak meninggalkan residu bahan kimia, alat tidak mungkin tercemar bakteri lagi karena dikemas dulu baru disetrilkan. Terapi tumor atau kanker. 
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut. Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer. Dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau sinar-X.Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan tersebut dilakukan oleh komputer yang dipasang pada suatu alat dengan nama bone densitometer. Teknik ini sangat bermanfaat guna membantu mendiagnosis pada kekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia menopause (mati haid). Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt) Terapi radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi, memformulasikan serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. Teknik Pengaktivan Neutron. Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil (Co, Cr, .F, Fe, Mn, Se, Si, V, Zn dsb).Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi.

VIRUS VIRUS BIOLOGI BERBAHAYA YANG DIGUNAKAN UNTUK SENJATA


Di abad 20 ini, ternyata penggunaan senjata biologis pun masih dilakukan. Tercatat pada awal abad 20 Jepang, Jerman, Amerika dan Rusia sempat mengembangkan senjata biologis. Sekarang ini penggunaan senjata biologis sudah diatur dalam “Biological Weapon Convention ” tahun 1972 dan “Geneva Protocol”. Dan sekarang walaupun beberapa negara maju sudah menutup penelitian tentang bioweapon ini, namun ancaman tetap saja ada, apabila perang benar-benar terjadi nanti. Nah, Berikut merupakan daftar 10 penggunaan senjata biologis yang berbahaya. 

1. Smallpox Smallpox (cacar) disebabka oleh virus variola. Dahulu saat belum ditemukannya vaksin, 30% orang yang meninggal dikarenakan terjangkit penyakit ini. Gejala dari smallpox adalah demam tinggi disertai bintik-bintik berisi cairan di sekujur tubuh. Pada umumnya penyebarannya melalui kontak langsung dengan penderita, tapi dapat pula melalui udara. Tahun 1977 penyakit ini berhasil dimusnahkan oleh vaksinasi besar-besaran yang dicanangkan WHO. Dan sekarang prototipe dari virus ini tersimpan di 2 negara yaitu Amerika dan Rusia. Smallpox dikategorikan sebagai senjata biologis kategori A, yang virusnya dapat menyebar dengan mudah dan menimbulkan kepanikan publik, tingkat kematian yang tinggi dan harus ditangani dengan khusus. Hanya ada 6 senjata biologis yang masuk kategori ini. Lalu bagaimana cara menggunakan ini sebagai senjata ? Dengan mengirimkan korban terjangkit ke daerah musuh atau menyebarkan virus melalui udara sudah cukup menimbulkan korban di pihak musuh. 

2. Anthrax PhotobucketSelama masa-masa suram semenjak kejadian tahun 2001 (WTC) lalu, terdapat banyak surat yang dikirimkan ke orang-orang tertentu yang disertai dengan bubuk putih. Dan ketika bubuk putih tersebut menyebar, kepanikan muncul karena itu adalah Bacillus anthracis. Antnrax juga termasuk bioweapon golongan A. Bakterinya hidup di tanah dan terbawa oleh hewan ketika mencari makan. Manusia tertular bakteri ini melalui kontak langsung dengan hean tersebut atau lewat udara. Bakteri ini juga dapat masuk ke sistem pencernaan lewat makanan. Akan tetapi banyak kasus yang terjadi lewa
t kontak langsung. Yang paling parah apabila terinfeksi lewat pernapasan. Bakteri ini dengan cepat akan masuk ke paru-paru dan menggandakan diri serta melepaskan racun yang menyebabkan demam, masalah pernapasan, lelah dan muntah. Anthrax menjadi favorit bioweapon dikarenakan vaksinnya yang masih jarang dan waktu hidup bakterinya. Banyak senjata biologis yang dapat bertahan beberapa waktu pada situasi tertentu saja, namun tidak bagi anthrax. B. anthracts dapat bertahan selama 40 tahun dan masih tetap mematikan. Jepang sempat melakukan penelitian pada tahun 1930an di Manchurta. Inggris melakukan ujicoba bom anthrax pada tahun 1942 di pulau Gruinard. Dan pada tahun 1979 Uni Soviet akhirnya melepaskan anthrax lewat udara hingga membunh 66 orang. 

3. Ebola Ebola dinamakan berdasarkan nama suatu daerah di Kongo (Sungai Ebola) yang merupakan cikal bakal terciptanya virus ini. Sebetulnya sebelumnya telah terdeteksi tanda-tanda menyerupai virus ini di Jerman. Ebola mulai mengisi judul-judul berita sejak 1970an saat membunuh ratusan jiwa di Zaire dan Sudan. Hanya dalam 1 dekade, virus ini sudah menyebar di seantero Afrika bahkan keluar Afrika. Sekarang ini ebola dapat menjangkiti baik manusia maupun hewan primata. Virus ini menyebar lewat kontak dengan darah atau feses. Di Afrika sendiri, virus ini bahkan menyebar lewat klinik-klinik dan rumah sakit. Para korbannya akan menderita gejalanya dalam waktu 2 – 21 hari, seperti sakit kepala, muntah, sakit tenggorokan dan lemah serta diare. Beberapa kasus bahkan terdapat pendarahan dalam atau luar. Antara 60%-90% pasiennya akan berakhir dengan kematian dalam 7-16 hari. Sementara para ilmuwan bekerja keras untuk menemukan obatnya, para ilmuwan Soviet malah bekerja untuk membuat ebola menjadi senjata mematikan. Dan mereka berhasil di tahun 1990an dengan berhasil membuat ebola dapat menyebar lewat udara. Dan karena kehebatannya ebola masuk dalam bioweapon kategoti A. 

4. Plague / Wabah Pes Masih ingat dengan Black Death (Kematian Hitam) ? Ya, ini merupakan peristiwa kelam di eropa sekitar abad ke-14. Jika dijadikan senjata pemusnah masal, Yersinia pestis ini merupakan kategori A bioweapon. Wabah ini sendiri terbagi menjadi 2 yaitu, Bubonic Plague dan Pneumonic Plague. Bubonic Plague menyebar melalui kontak langsung dengan penderita. Efeknya dapat menyebabkan demam, menggigil, sakit kepala dan kelelahan. Gejalanya dapat timbul 2-3 hari dan apabila tidak ditangani dengan benar dalam 24 jam pertama, maka 70% kemungkinan pasien akan tewas. Pneumonic Plague jarang terjadi dan menyebar lewat udara (batuk, bersin dan percakapan dengan penderita). Gejalanya meliputi demam, baduk, lendir berdarah dan sulit bernapas. Negara-negara yang dicurigai menggunakan Plague ini sebagai senjata adalah Kanada, Mesir, Jerman, Jepang, Korea Utara Rusia dan Amerika. Tahun 1940 wabah ini terlihat di Cina karena desebarkan oleh Jepang lewat udara (melepaskan kantong-kantong penuh dengan kutu yang terinfeksi). Beberapa negara bahkan mempunyai catatan tentang penggunaan Plague sebagai senjata, dan karena wabah ini masih sering terjadi di belahan dunia, maka tidak sulit untuk mendapatkan bakteri ini. 

5. Tularemia Francisella tularensis itulah nama bakterinya. Umumnya terdapat di kelinci dan hewan pengerat.Manusia pada umumnya terinfeksi penyakit ini karena kontak langsung dengan hewan terinfeksi, gigitan serangga, mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dan terhirup lewat udara. Pasien akan merasa gejala-gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, nyeri sendi dan melemah dalam 3-5 hari tergantung bagaimana ia terinfeksi. Bakteri ini termasuk bioweapon kategori A. Dan menurut rumor Amerika, Inggris, Kanada dan Uni Soviet berlomba-lomba membuat senjata biologis ini setelah perang dunia II. 

6. Botulinum Toxin Apa yang dapat dibayangkan apabila udara yang kita hirup ternyata mengandung racun ? ketika menyebar melalui udara, racun ini tidak dapat dilihat atau dicium. Dalam 12-36 jam kemudian, gejala yang muncul adalah pandangan kabur, muntah dan kesulitan menelan. Apabila tidak ditangani dengan tepat akan menyebabkan kelumpuhan dan pada akhirnya menyerang sistem pernapasan. Dan tanpa sistem pernapasan yang baik, Clostridium botulinum dapat membunuh dalam 24-72 jam kemudian. Oleh karena itu, C. botulinum dikategorikan sebagai golongan A bioweapon dan menjadi favorit bagi negara-negara yang mengembangkan senjata biologis. Pada tahun 1990 seorang bernama Aum Shinrikyo (Jepang) menyemprotkan racun ini ke lawan politiknya. Syukurlah tidak terjadi kematian masal saat itu. Namun pada saat diubah menjadi senjata biologis pada penyerangan tahun 1995 mengakibatkan kematian lusinan orang dan mencederai ribuan orang. Namun, disamping semua itu ternyata ada gunanya juga racun ini. Mungkin diantara kita familiar dengan istilah botox. Ya, botox merupakan salah satu metode di dunia kecantikan. Saya sendiri tidak tahu persis bagaimana penggunaannya. Mungkin kalian yang lebih tahu. 

7. Rice Blast Tidak selamanya senjata biologis berkaitan dengan virus, bakteri dan racun. Terkadang beberapa negara mempertimbangkan cara lain yang dapat digunakan sebagai senjata.Cari tersebut adalah mengendalikan hasil pangan. Secara logika, apabila sebuah negara suplai makanannya dihentikan / dihalangi / terkendala, maka secara perlahan akan kelaparan dan mati juga. Konsep ini dikembangkan oleh Rusia dan Amerika yang berekspeirmen dalam hal wabah terhadap tumbuhan. Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh jamur adalah Pyricularia oryzae (Magnaporthe grisea). Tumbuhan yang terjangkit, daunya akan berwarna abu-abu karena dipenuhi oleh jamur. Jamur ini dengan cepat dapat menyebar dari tanaman satu ke yang lain dan seketika dapat menurunkan produksi pangan. Senjata jenis ini sangat efektif menyerang negara-negara yang tergolong miskin. 

8. Rinderpest Saat Genghis Khan menginvasi Eropa sekitar abad 13, ia juga menyebarkan salah satu senjata biologis yang berbahaya. DI padang rumput yang luas dan dipenuhi dengan ternak, terdapat ternak yang terinfeksi oleh rinderpest. Rinderpest selain menyerang sapi, lembu dan hewan ternak lainnya, ia juga menyerang hewan memamahbiak yang lain seperti bison, jerpa dan kambing. Banyak kasus di dunia yang disebabkan oleh rinderpset ini sehingga kematian hewan ternak meningkat. Di Afrika, virus ini banyak menginfeksi singa-singa Afrika sehingga menjadi pemakan manusia. Tapi syukurlah virus ini sudah bisa dikontrol. Dalam penelitian sebagai senjata biologis, dikabarkan Canada dan Amerika yang aktif melakukan riset. 

9. Nipah Virus Virus ini mulai populer pada tahun 1999 saat menjangkiti 265 orang dan membunuh 105 orang di Malaysia. Para pekerja mencurigai bahwa virus ini berasal dari babi gila. Gejala infeksi dari wabah Malaysia terutama ensefalitis pada manusia dan pernafasan pada babi. Kemudian wabah telah menyebabkan penyakit pernafasan pada manusia, meningkatkan kemungkinan penularan dari manusia ke manusia dan menunjukkan adanya strain berbahaya lebih banyak virus. walaupn begitu Nipah virus masuk dalam kategori C senjata biologis. Sampai sekarang ini belum ada kabar negara yang mengembangkan senjata ini, namun apabila dikembangkan menjadi senjata biologis, cukup mematikan. 

10. Chimera Viruses Seperti yang kita tahu wabah pes, anthrax dan cacar adalah senjata biologis yang mematikan. Akan tetapi mungkin tidak menjangkiti kita karena sudah ada cara penanggulangannya. Lagipula beberapa sudah dikarantina. Nah, yang menakutkan bagi kita adalah turunan dari virus-virus tersebut. Bukan tidak mungkin virus-virus yang sudah dijelaska diatas dimodifikasi / dicampuradukan hingga mendapat sesuatu yang mematikan. Ya, ini bukan sekedar fiksi ilmiah namun ini sudah terjadi. Dalam mitologi Yunani Chimera merupakan gabungan dari singa, kambing dan naga. Hewan ini sering dipakai pada zaman pertengahan untuk simbol yang berkaitan dengan setan. Sedangkan dalam sains, Chimera merupakan organisme yang berasal dari spesies asing/belum dikenal. Namun sejahat apapun virus yang disebut chimera ini, ternyata juga ada manfaatnya. Contohnya, pemahaman kita akan dunia genetik telah membawa ilmuwan kita untuk menemukan sesuatu yang penting. Salah satu chimera yang merupakan perpaduan antara flu dan polio mungkin apat mengobati kanker otak. Tapi seperti yang saya katakan, terkadang kombinasi virus ini dapat berbahaya. Bayangkan jikalau virus smallpox dan anthrax dikombinasikan ? secara teoritis Ilmuwan dapat mengabungkan kedua gen virus itu untuk menciptakan satu virus dengan karakteristik yang sama dengan smallpox dan anthrax. Pernah terjadi di Uni Soviet tahun 1980, ada proyek untuk menggabungkan smallpox dengan ebola kedalam satu virus yang mematikan. Itulah kesepuluh senjata biologis yang mematikan. Percaya atau tidak, namun apabila dilogika menurut akal sehat ini bisa terjadi dikemudian hari bukan. Alasan perang seperti Korut-Korsel atau Israel-Palestina mungkin dapat sebagai pemicu ini terjadi. Sains merupakan pedang dengan bermata dua. Sekarang tinggal ditangan siapa pedang itu berada. [kn/slm].
Cara Buat Buku Tamu disini

widget by Klinik-it
 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA -DAN MOHON DIISI BUKU TAMU-SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT BAGI ANDA- BLOG YANG BERISI SEMUA YANG ANDA BUTUHKAN